Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Pemeriksaan Mata (Anak & Dewasa)

Pemeriksaan mata secara reguler sangat penting baik untuk anak-anak maupun usia dewasa. Perlu diingat, salah satu fungsi mata ialah sebagai jendela tubuh, sehingga melalui mata bisa dilihat indikator-indikator kesehatan tubuh secara menyeluruh. Seperti juga kondisi kesehatan lainnya, kondisi mata dapat diperbaiki apabila kelainan pada mata dideteksi secara dini.

Sangat penting untuk menyediakan waktu cukup dalam jadwal keseharian kita untuk melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh.

Pemeriksaan Mata Untuk Anak-Anak

IMG_2147 2634_page 1

Pemeriksaan mata untuk anak-anak dilakukan sejak:

1. Bayi usia 6 bulan

2. Anak (usia 1-18 tahun) sebaiknya diperiksa mata secara rutin setiap 1 tahun

3. Anak-anak dengan resiko tinggi membutuhkan pemeriksaan mata lebih sering untuk membantu mencegah progresifitas penyakit/kondisi matanya.

Dalam hal ini anak dengan resiko tinggi termasuk

A. Anak yang terlahir prematur dengan berat badan < 1250 gram -> rawan terjadi Retinopathy of Prematurity

B. Riwayat keluarga dengan penyakit mata sejak lahir (katarak, juling, tumor mata retinoblastoma, mata malas/amblyopia)

C. Anak yang lahir dari ibu yang menderita infeksi kuman TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simplex)

D. Anak dengan kondisi kelainan pada tubuh yang bisa mengancam penglihatan, misalnya: Sindroma Marfan.

 

Pemeriksaan Mata Untuk Dewasa

Pemeriksaan mata untuk dewasa harus dilakukan secara reguler:

1. Dewasa muda (20-49 tahun) dianjurkan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh setiap 2 tahun sekali

2. Usia 50-64 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh setiap 1 tahun sekali

3.  Senior (Usia > 65 tahun) dianjutkan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh setiap 6 bulan sekali

4. Usia dewasa dengan resiko tinggi membutuhkan pemeriksaan mata lebih sering dan pengobatan untuk membantu mencegah progresifitas penyakit mata yang diderita

Diabetic Retinopathy Proliferative Severe Retina Disease-resized-600

Usia dewasa dengan resiko tinggi meliputi:

A. Dewasa dengan penyakit Diabetes Mellitus

B. Dewasa dengan penyakit Glaukoma atau ada riwayat keluarga yang juga menderita Glaukoma

C. Dewasa dengan penyakit AIDS/HIV

D. Dewasa dengan riwayat konsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan pada mata. misalnya: konsumsi obat anti hipertensi dapat menyebabkan Sindroma Mata Kering (Dry Eyes Syndrome)

Dengan skrining dan pemeriksaan secara dini, maka kelainan pada mata lebih cepat terdeteksi dan prognosis / kemungkinan keberhasilan penyakit mata untuk ditangani lebih tinggi.

Dr Rozalina Loebis,SpM

Email: rozalinaloebis2512@gmail.com

WhatsApp: 08113419344

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s